BELUM SEMUA KENAL MUHAMMADIYAH,,, 😍😍😍 Seorang pengurus yayasan bertanya: "Berapa gaji pengurus Muhammadiyah yang tertinggi dan terendah?” “Pimpinan tidak ada yang digaji, hanya karyawan yg digaji” jawab saya. “Apa benar ? Kalau begitu dari mana sumber ekonomi mereka ?” “Semua pimpinan Muhammadiyah punya pekerjaan, tidak menganggur”. "Bagaimana kalau tugas Muhammadiyah bersamaan dengan tugas pekerjaan?” “Jika waktu berbenturan, tugas pekerjaan didahulukan, baru Muhammadiyah”. “Kalau begitu tidak profesional karena menomorduakan Muhammadiyah” “Mungkin menurut orang lain tidak profesional. Tetapi itu lebih baik karena semua pimpinan Muhammadiyah tidak ada yang berfikir mengurusi Muhammadiyah sebagai profesi. Semua berniat sbg pengabdian. Yang penting dilakukan penuh kesungguhan dan sepenuh kemampuan”. Dahulu pernah ada gagasan memberi gaji kepada pimpinan Muıammadiyah supaya waktu dan perhatiannya bisa penuh kepada pesyarikatan. Tanggapan Pak AR ketika ditanya:...
pada ngarai yang menyungai, di lembah matamu matahari menyingsing bersembunyi melebur mengipasi angin ketika menelisik dedaun pinus kemudian membisiki rerumputan merayu para-para dalam kepalaku untuk menyelam sedalam-dalamnya aku merindukan kesyahduan ngarai itu merambati tebing-tebingnya lalu menyapa unggas yang asyik membina kediaman di ceruknya menyoal kebisingan hari di atas sana mencari damai di mana kusandarkan mimpi ketika segala takdir lalu memupuh membunuh hati yang menyemak adakah, adakah ? dalam matamu pula merambat cerita kita hanyut mengilir bermandi matahari remang remang, rembang rembang menembang kembang kembang hiasi ngarai yang syahdu menyentak mimpi yang tersandar mungkin saja kita telah butuh sebuah perahu adakah mungkin telah tiba saatnya membawa takdir untuk berlayar Ya, terhadap ritual matahari yang kerap menyingsing setelah meminum air ngarai di matamu merebut seluruh takdir yang terhunus sejak pandang pertama. Lubuk Minturun, Se...